Langsung ke konten utama

Diterima di Teknik Mesin POLBAN


Ingatan tentang penerimaan untuk melanjutkan kuliah, membuatku ingin selalu kuingat. Setidaknya aku bisa menjadikan hal itu sebagai rasa syukurku, saat diluar sana banyak orang yang tidak dapat kuliah. Ketika siswa SMA telah tidak memakai lagi seragam putih abu, terhitung hanya 4% dari total penduduk Indonesia yang mampu merasakan bagaimana rasanya kuliah. Dan aku disini, yang sibuk dengan jam kuliahku yang sedang padat-padatnya, ditambah lagi dengan jam praktek, tugas serta organisasi yang kuamanahi saat ini. Ingin rasanya kutuliskan sebuah tulisan sebagai selfreminder untuk selalu mensyukuri nikmat-Nya.
Siang itu aku sibuk berkutat bersama laptop dan ponsel, kali ini bukan saja untuk menghilangkan penat atau malah jadi seorang stalker  untuk gebetan. Jelas bukan. Aku sibuk mencari informasi mengenai SNMPTN, SBMPTN dan PMDK. Karena saat itu aku masih duduk dibangku SMA kelas 12. Masa-masa kritis selama SMA, masa puncak, masa penentuan dan masa kelabilan. Bagaimana tidak saat orang-orang sibuk dengan pilihannya yang sudah terprioritaskan aku malah sibuk mencari hal yang akan memiliki prospek yang bagus untuk jangka panjang. Jujur, saat itu aku masih bingung dengan diri sendiri. Aku bahkan banyak mengikuti tes psikotes dan sejenisnya untuk mencari tahu bakat dan minatku. Karena, konon katanya tes itu akurat dan ada beberapa yang sukses membidik impiannya berdasarkan tes itu. Dan hasil menunjukan hal yang berbeda dengan bakat serta minatku. Lantas aku semakin bingung, aku bukanlah orang yang matematis tapi aku memiliki bakat dan minat di bidang teknik. Tapi beberapa hasil menunjukan jikalau aku memiliki bakat analitis yang baik sehingga bisa saja aku lebih fokus ke bidang analisis di dunia teknik. Walau begitu aku tetaplah harus mencuri start sebelum orang lain, maksudnya karena kelemahan itu aku harus lebih paham dahulu sebelum orang lain belajar materi itu. Karena itulah satu-satunya cara agar dapat mengikuti pembelajaran. Ya walau hasil itu tak sepenuhnya benar, tapi cukup membuatku mengenal diriku.
Pengumuman SNMPTN-pun segera dibuka, aku masih ingat detik-detik saat membuka laman itu. Ada semacam perasaan yang random dan berkecamuk, ya karena aku terlalu mengharapkan jalur itu sehingga dalam otaku bercampurlah segala macam prasangka dan rasa takut. Server sempat down, karena saat diberitahukan situs dapat diakses semua siswa kelas 3 seragam putih abu pasti langsung saja membuka laman itu secara bersamaan. Itu membuatku semakin deg-degan, apalagi saat aku membuka grup di media sosial, temanku sudah ada yang ditolok terlebih dahulu. Hal itu semakin membuatku risau. Setelah berjam-jam aku menunggu dan mencoba mengakses, aku pun mulai membukanya. Tentu setelah menunggu, akhirnya laman dapat diakses. Saat itu aku tidak dapat berkutip lagi, layar di laptop manampilkan tulisan merah. Menyatakan aku tidak diterima di Universitas yang aku daftarkan melalui jalur SNMPTN. Tubuhku terasa lemas, ya seperti hilang harapan. Apalagi saat mengetahui sahabatku diterima di fakultas teknik industri, kampus gajah. Ada semacam rasa bingung, menyalahi diri sendiri, penyesalan dan ya begitulah. Mungkin lebih dari sekedar ditolak oleh sang gebetan. Ya, ini ditolak Universitas. Mimpiku, harapan dan masa depan seolah-olah hanya ditentukan oleh satu jalur itu. Salah sendiri juga yang terlalu berharap, jadi ya harus nerima rasa sakitnya kenyataan.
Hopeless tentunya, mungkin yang satu pengalaman bisa ngerasain ‘Nyesek-nya’ kaya gimana ditolak di SNMPTN. Susah dan lama banget move on-nya, sampai-sampai ujian SBMPTN-pun aku ngisi ngasal dan males banget pokonya. Masih kepikiran sama SNMPTN. Singkat cerita setelah ujian SBMPTN temanku menyuruhku segera membuka laman PMDK Polban. Aku menghiraukannya. Udah ga mau berharap sama jalur undangan. Tapi temanku memaksa dan keukeuh ingin aku membukanya, menerima setiap keputusan yang ada. Dan setelah ku akses laman PMDK Polban, disana tertulis “Selamat, Anda lulus diterima pada jalur PMDK POLBAN tahun 2016...”  jelas sekali tulisan itu atas nama diriku. Dan aku resmi diterima menjadi mahasiswa Teknik Mesin, POLBAN 2016.
Laman PMDK-PN POLBAN 2016

Segera kupeluk erat orang tuaku. Mengucap syukur, berterima kasih kepada mereka atas doa-doa yang telah mereka panjatkan. Karena aku tahu, aku yakin, aku bukanlah siapa-siapa ,aku tidak punya daya untuk meraih segala kemudahan hidup jika tanpa kedua orang tua dan tentunya Ridho Allah. Dan dari sana aku yakin,  jika Allah selalu memiliki takdir untuk cerita yang indah setiap hambanya. Baik disadari atau tidak tapi, Allah selalu menunjukan rasa kasih dan sayangnya kepada siapa saja yang yakin. Dan aku merasa pertolongan Allah hadir dalam setiap jalan terakhir, jalan buntu dan keputus asaan. Saat masalah kian tak menemukan jalan keluarnya, Allah datang sebagai penolong atas doa-doa dari orang-orang yang tulus mendoakan kita. Yakinlah jika Allah itu tidak akan memberikan ujian tanpa sekemampuan hambanya,  dan setiap masalah itu sudah satu paket dengan penyelesaiannya. Tergantung bagaimana kita menanggapinya, menikmati setiap prosesnya. Hingga pada akhirnya akan membentuk sebuah pendewasaan dan rasa syukur. Dan bentuk dari rasa Syukur itu adalah, bagaimana kita mampu lebih baik dari sebelumnya. Sehingga tidak ada kesan untuk menyia-nyiakan karunia-Nya.


x

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fiskal Year 23

Saat manusia ditempatkan di zona nyamannya. Saat itu lah dirinya memilih untuk tak pernah tumbuh dan menemukan potensi hebat yang ada pada dirinya.  Walau begitu, keluar dari zona nyaman tak pernah menjanjikan kenyamanan. Ada banyak tekanan, kesedihan dan kenestapaan yang ntah siapa yang memahaminya jika bukan diri sendiri.  Hari berganti hari, bertemu orang baru. Benar ternyata, bertemunya kita sama seseorang itu selalu ada tujuan. Selalu ada maksud, ntah mereka akan menjadi zona nyaman atau zona mengerikan yang perlahan bisa ditakluki.  Kalau kata bapak, manusia saat dipaksa keluar dari zona nyaman itu ada 2. Satu siap menerima dengan antusias satu lagi takut akan perubahan.  Dua respon itulah yang akan menentukan siapa kamu dimasa depan. Bukankah perubahan itu selalu ada walau tak pernah menunggu diri siap atau tidak? Aku jadi ingat kisah orang-orang sukses dan bahkan nabi muhammad saw sekalipun, adalah orang yang selalu keluar dari zona nyamannya. Mereka perlahan...

Psikologi kekayaan Ala Rosulullah

Ketika uang menjadikan nilai segala galanya dalam kesejahteraan seseorang, uang menjadi sumber kebahagian seseorang, dan segala bentuk harta apapun itu. Yang membuat bangga dan menjadikan diri seolah mampu dan menyaingi orang untuk mendapatkan posisi kesetaraan dengan orang yang berharta. Sungguh. Semua itu sia-sia. Kekayaan tidak sama dengan harta dan jumlah aset yang dimiliki. Kekayaan adalah hal yang tak terlihat. Seperti jumlah tabungan di rekening mu. Seberapa banyak uang yang dimiliki yang tak dibelanjakan. Itu adalah kekayaan sesungguhnya. Orang selalu lupa, membelanjakan uang tidak mungkin akan mendapatkan uang kembali. Malah akan mendapatkan barang. Hingga lambat laun kekayaan akan berkurang. Seseorang yang memiliki barang branded harga selangit, mobil mewah, rumah megah dan aset melimpah tidak menjamin kekayaan tetap terjaga. Karena seseorang yang paham mengenai kekayaan hanya akan melihat orang itu sudah membelanjakan hartanya dan kekayaannya berkurang. Bisa jadi bukan lag...