Langsung ke konten utama

Karena kami muda dan beradab





Banyak sekali kegiatan positif di Bandung yang bisa buat anak muda semakin kece, salah satunya dengan menjadi bagian dari seorang aktivis muda di mesjid  Salman. Terlalu kolot jika kita beranggapan mesjid hanyalah sebagai tempat pertemuan hamba dengan Tuhannya, tempat menunaikan segala kewajiban-Nya. Fungsi mesjid tidak hanya untuk beribadah saja, pada masa Rosulullah dan pada masa kejayaan Islam di abad pertengahan mesjid dijadikan sebagai madrasah, sebagai tempat silaturahmi dan berbagi ilmu satu sama lain. Mesjid juga sebagai sarana kreatifitas dan dakhwah seorang muslim. Mesjid sebagai pusat peradaban, dimana kegiatan-kegiatan positif selalu bersangkut paut dengan mesjid. Sehingga Allah memuliakan siapa saja yang mampu memakmurkan mesjid, mencintai pemuda yang terikat hatinya dengan mesjid. 


                Salah satu kegiatan positif untuk menjadi seorang aktivis mesjid di Salman, ITB. Yaitu dengan mengikuti SSC (Salman Spiritual Camp). Program itu adalah gerbang utama dan syarat wajib seorang aktivis salman untuk dapat berperan aktif di Mesjid Salman. Walau kewajiban untuk memakmurkan mesjid itu tidak ada syarat tertentu melainkan dengan sebuah niat. Tapi, dengan mengikuti SSC ini, para aktivis dapat diakui secara legalitasnya.


                Lalu seperti apa saja kegiatan SSC itu? Pokoknya asik dan seru. Selain menambah teman diberbagai universitas yang ada di Indonesia, program ini juga banyak memberi wawasan dari para pemateri dan sahabat baru yang keren dan kece serta mampu membuka pemikiran Mahasiswa dengan adanya sharing dan diskusi interaktif. Karena lulusan SSC ini diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu dan mengembangkan potensi yang ada disetiap daerahnya masing-masing. Dengan tujuan utama yaitu, membangun masyarakat madani yang mampu membangun peradaban.


                Nah kali ini, aku ingin berbagi pengalaman mengenai SSC14 yang baru saja kemarin terselenggarakan. Karena bagiku kegiatan ini berkesan dan mengantarkanku untuk mengenal sahabat-sahabat keren dan kece di berbagai kampus.

Perakitan Menara Dari Sedotan 


Antusias Peserta SSC14


Teknik Mesin - Farmasi - Geologi  - Elektronika (dari kiri ke kanan), kamilah roda ekonomi, yang akan menciptakan peradaban baru untuk negeri dan umat.
Seharian penuh menyibukan diri 


pengisian kuisioner 


Bersama-sama mengisi yang kosong


Pemateri yang kece


Inilah kami, para pejuang peradaban


Bertukar pendapat dan berpikir lebih terbuka







Terima kasih untuk semua pengalaman, waktu dan pertemuan yang selalu membuatku merasa berharga dan penting. Karena kita bagian dari suatu peradaban, bagian dari masyarakat yang harus memiliki rasa untuk berkontribusi terhadap negara dan agama. Karena, sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang bermanfaat untuk orang lain. Semoga kita bisa menjadi sebaik-baiknya umat, Aamiin...



PS : Untuk Teh Helma, Kak Ros dan Siti, percayalah aku tidak pernah menyesal untuk bisa bertemu dan kenal dengan kalian. Kalianlah sahabat taatku, walau dipertemukan dalam waktu yang singkat namun semoga pertemanan kita tidak sesingkat waktu saat itu. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fiskal Year 23

Saat manusia ditempatkan di zona nyamannya. Saat itu lah dirinya memilih untuk tak pernah tumbuh dan menemukan potensi hebat yang ada pada dirinya.  Walau begitu, keluar dari zona nyaman tak pernah menjanjikan kenyamanan. Ada banyak tekanan, kesedihan dan kenestapaan yang ntah siapa yang memahaminya jika bukan diri sendiri.  Hari berganti hari, bertemu orang baru. Benar ternyata, bertemunya kita sama seseorang itu selalu ada tujuan. Selalu ada maksud, ntah mereka akan menjadi zona nyaman atau zona mengerikan yang perlahan bisa ditakluki.  Kalau kata bapak, manusia saat dipaksa keluar dari zona nyaman itu ada 2. Satu siap menerima dengan antusias satu lagi takut akan perubahan.  Dua respon itulah yang akan menentukan siapa kamu dimasa depan. Bukankah perubahan itu selalu ada walau tak pernah menunggu diri siap atau tidak? Aku jadi ingat kisah orang-orang sukses dan bahkan nabi muhammad saw sekalipun, adalah orang yang selalu keluar dari zona nyamannya. Mereka perlahan...

Psikologi kekayaan Ala Rosulullah

Ketika uang menjadikan nilai segala galanya dalam kesejahteraan seseorang, uang menjadi sumber kebahagian seseorang, dan segala bentuk harta apapun itu. Yang membuat bangga dan menjadikan diri seolah mampu dan menyaingi orang untuk mendapatkan posisi kesetaraan dengan orang yang berharta. Sungguh. Semua itu sia-sia. Kekayaan tidak sama dengan harta dan jumlah aset yang dimiliki. Kekayaan adalah hal yang tak terlihat. Seperti jumlah tabungan di rekening mu. Seberapa banyak uang yang dimiliki yang tak dibelanjakan. Itu adalah kekayaan sesungguhnya. Orang selalu lupa, membelanjakan uang tidak mungkin akan mendapatkan uang kembali. Malah akan mendapatkan barang. Hingga lambat laun kekayaan akan berkurang. Seseorang yang memiliki barang branded harga selangit, mobil mewah, rumah megah dan aset melimpah tidak menjamin kekayaan tetap terjaga. Karena seseorang yang paham mengenai kekayaan hanya akan melihat orang itu sudah membelanjakan hartanya dan kekayaannya berkurang. Bisa jadi bukan lag...

Diterima di Teknik Mesin POLBAN

Ingatan tentang penerimaan untuk melanjutkan kuliah, membuatku ingin selalu kuingat. Setidaknya aku bisa menjadikan hal itu sebagai rasa syukurku, saat diluar sana banyak orang yang tidak dapat kuliah. Ketika siswa SMA telah tidak memakai lagi seragam putih abu, terhitung hanya 4% dari total penduduk Indonesia yang mampu merasakan bagaimana rasanya kuliah. Dan aku disini, yang sibuk dengan jam kuliahku yang sedang padat-padatnya, ditambah lagi dengan jam praktek, tugas serta organisasi yang kuamanahi saat ini. Ingin rasanya kutuliskan sebuah tulisan sebagai selfreminder untuk selalu mensyukuri nikmat-Nya. Siang itu aku sibuk berkutat bersama laptop dan ponsel, kali ini bukan saja untuk menghilangkan penat atau malah jadi seorang stalker  untuk gebetan. Jelas bukan. Aku sibuk mencari informasi mengenai SNMPTN, SBMPTN dan PMDK. Karena saat itu aku masih duduk dibangku SMA kelas 12. Masa-masa kritis selama SMA, masa puncak, masa penentuan dan masa kelabilan. Bagaimana tidak saat...