Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Sabodo Teuing (Sebuah dialog untuk diri yang malas)

Pernah ga kamu ngerasain, banyak ga enak sama orang yang baik sama kamu? In my opinion that is not good for you. Why you thought that, when someone doing good for you or makes their impress.. They just want to do that, its doesnt mean you have to fell freak like this. Dont be a "Baper" girls. But you have to know the situation, sometimes you have to reply their's kind ness and in the opposite you should be a "sabodo teuing" whatever they want, they say you have to be yourself. Sometimes your kidness its nothing for them so dont be a serious girls for them who doesnt care about you or doesnt know who you are.   Peduli sama orang yang peduli sama kamu aja, ga usah ikut campur sama masalah orang lain. Kamu udah gede, udah dewasa. Pikiran kamu mau kaya gini gini aja? Kapan majunya, udah seperlunya aja sama mereka. Mereka juga dateng kalo lagi ada butuhnya doang kok. Kamu pikir lagi deh jika aku salah. Mereka itu kalo ga ada butuhnya pasti ga akan nyariin kamu,...

Negeri Hwa Hwey

Negeri Hwa Hwey, telinga kita pasti sangat asing dengan nama negara itu. Tapi ini memang ada, berdasarkan sudut pandangku negara ini memang ada. Memang bukan negara sesungguhnya yang tercatat secara resmi, tapi ini lebih seperti ironi. Kali ini aku hanya ingin berpendapat mengenai negeri itu, tanpa ada maksud untuk memberikan hal yang berdampak negatif yang menimbulkan konflik. I just want to write some opinion in my mind and share with you. Sebelum memberikan pendapat soal negara itu, tentunya banyak yang tidak tahu dan apa maksud ironi dari ‘Negara Hwa Hwey’ itu sendiri. Sebenarnya negara Hwa Hwey itu adalah negara yang dijadikan sebagai pengandaian pada suatu cerita. Guru geografi SMA ku, pernah bercerita mengenai negara itu. Jadi begini katanya.. dulu pernah ada seorang turis Amerika hendak belajar agama islam, lantas dia berencana mengunjungi beberapa negara dengan jumlah mayoritas penduduk islam terbanyak di dunia. Dengan harapan agar dia bisa lebih merasakan atmosfer keis...

Diterima di Teknik Mesin POLBAN

Ingatan tentang penerimaan untuk melanjutkan kuliah, membuatku ingin selalu kuingat. Setidaknya aku bisa menjadikan hal itu sebagai rasa syukurku, saat diluar sana banyak orang yang tidak dapat kuliah. Ketika siswa SMA telah tidak memakai lagi seragam putih abu, terhitung hanya 4% dari total penduduk Indonesia yang mampu merasakan bagaimana rasanya kuliah. Dan aku disini, yang sibuk dengan jam kuliahku yang sedang padat-padatnya, ditambah lagi dengan jam praktek, tugas serta organisasi yang kuamanahi saat ini. Ingin rasanya kutuliskan sebuah tulisan sebagai selfreminder untuk selalu mensyukuri nikmat-Nya. Siang itu aku sibuk berkutat bersama laptop dan ponsel, kali ini bukan saja untuk menghilangkan penat atau malah jadi seorang stalker  untuk gebetan. Jelas bukan. Aku sibuk mencari informasi mengenai SNMPTN, SBMPTN dan PMDK. Karena saat itu aku masih duduk dibangku SMA kelas 12. Masa-masa kritis selama SMA, masa puncak, masa penentuan dan masa kelabilan. Bagaimana tidak saat...