Langsung ke konten utama

Sabodo Teuing (Sebuah dialog untuk diri yang malas)

Pernah ga kamu ngerasain, banyak ga enak sama orang yang baik sama kamu? In my opinion that is not good for you. Why you thought that, when someone doing good for you or makes their impress.. They just want to do that, its doesnt mean you have to fell freak like this. Dont be a "Baper" girls. But you have to know the situation, sometimes you have to reply their's kindness and in the opposite you should be a "sabodo teuing" whatever they want, they say you have to be yourself. Sometimes your kidness its nothing for them so dont be a serious girls for them who doesnt care about you or doesnt know who you are.  Peduli sama orang yang peduli sama kamu aja, ga usah ikut campur sama masalah orang lain.

Kamu udah gede, udah dewasa. Pikiran kamu mau kaya gini gini aja? Kapan majunya, udah seperlunya aja sama mereka. Mereka juga dateng kalo lagi ada butuhnya doang kok. Kamu pikir lagi deh jika aku salah. Mereka itu kalo ga ada butuhnya pasti ga akan nyariin kamu, jadi kamu juga udah aja kek gitu. Setiap orang punya prioritasnya, dan kamu mesti pandai pilih prioritas. Jangan lalai gunain waktu kamu buat yang bukan prioritasnya.

FOKUS!!! ih meuni gereget aku sama diri kamu, buat fokus aja sulit, gimana mau ngeraih cita-cita kamu kalo kaya gitu terus mah. Sok ah hayu bangkit bareng-bareng. Mulai bisa memilih prioritas, manfaatin waktu sama buang hal-hal yang jelas itu penghambat.

Kamu itu ga bodo kok, cuman malesan. Ayo buang sifat malesnya, biasakan untuk mencoba walau susah. Dan jangan mudah ga enak sama orang lain. Dari ga enak, ke merhatiin dan dari sana kamu bisa aja nyaman sama dia. Padahal kalo udah nyaman sama makhluk, Allah bisa cemburu. Kamu bisa aja jauh sama Allah dan lebih bergantung sama mereka.

Jangan gitu, nanti kamu sendiri yang bakal sakit hati. Karena Allah sayang dan ga mau hambanya sedih, makanya hayu balik lagi ke Allah. Kamu udah kejauhan ninggalin Allah, lupain Allah. Padahal hidup kamu itu tak luput dari pengawasan-Nya. Dia tau siapa aja yang berjuang, berjuang untuk hijrah dan menjadi pribadi yang lebih baik. Jadi hayu ah, luruskan lagi niatnya. Cukup Allah jadi penolong hidupmu, masa sulit dan senang mu. Semangat.!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fiskal Year 23

Saat manusia ditempatkan di zona nyamannya. Saat itu lah dirinya memilih untuk tak pernah tumbuh dan menemukan potensi hebat yang ada pada dirinya.  Walau begitu, keluar dari zona nyaman tak pernah menjanjikan kenyamanan. Ada banyak tekanan, kesedihan dan kenestapaan yang ntah siapa yang memahaminya jika bukan diri sendiri.  Hari berganti hari, bertemu orang baru. Benar ternyata, bertemunya kita sama seseorang itu selalu ada tujuan. Selalu ada maksud, ntah mereka akan menjadi zona nyaman atau zona mengerikan yang perlahan bisa ditakluki.  Kalau kata bapak, manusia saat dipaksa keluar dari zona nyaman itu ada 2. Satu siap menerima dengan antusias satu lagi takut akan perubahan.  Dua respon itulah yang akan menentukan siapa kamu dimasa depan. Bukankah perubahan itu selalu ada walau tak pernah menunggu diri siap atau tidak? Aku jadi ingat kisah orang-orang sukses dan bahkan nabi muhammad saw sekalipun, adalah orang yang selalu keluar dari zona nyamannya. Mereka perlahan...

Psikologi kekayaan Ala Rosulullah

Ketika uang menjadikan nilai segala galanya dalam kesejahteraan seseorang, uang menjadi sumber kebahagian seseorang, dan segala bentuk harta apapun itu. Yang membuat bangga dan menjadikan diri seolah mampu dan menyaingi orang untuk mendapatkan posisi kesetaraan dengan orang yang berharta. Sungguh. Semua itu sia-sia. Kekayaan tidak sama dengan harta dan jumlah aset yang dimiliki. Kekayaan adalah hal yang tak terlihat. Seperti jumlah tabungan di rekening mu. Seberapa banyak uang yang dimiliki yang tak dibelanjakan. Itu adalah kekayaan sesungguhnya. Orang selalu lupa, membelanjakan uang tidak mungkin akan mendapatkan uang kembali. Malah akan mendapatkan barang. Hingga lambat laun kekayaan akan berkurang. Seseorang yang memiliki barang branded harga selangit, mobil mewah, rumah megah dan aset melimpah tidak menjamin kekayaan tetap terjaga. Karena seseorang yang paham mengenai kekayaan hanya akan melihat orang itu sudah membelanjakan hartanya dan kekayaannya berkurang. Bisa jadi bukan lag...

Diterima di Teknik Mesin POLBAN

Ingatan tentang penerimaan untuk melanjutkan kuliah, membuatku ingin selalu kuingat. Setidaknya aku bisa menjadikan hal itu sebagai rasa syukurku, saat diluar sana banyak orang yang tidak dapat kuliah. Ketika siswa SMA telah tidak memakai lagi seragam putih abu, terhitung hanya 4% dari total penduduk Indonesia yang mampu merasakan bagaimana rasanya kuliah. Dan aku disini, yang sibuk dengan jam kuliahku yang sedang padat-padatnya, ditambah lagi dengan jam praktek, tugas serta organisasi yang kuamanahi saat ini. Ingin rasanya kutuliskan sebuah tulisan sebagai selfreminder untuk selalu mensyukuri nikmat-Nya. Siang itu aku sibuk berkutat bersama laptop dan ponsel, kali ini bukan saja untuk menghilangkan penat atau malah jadi seorang stalker  untuk gebetan. Jelas bukan. Aku sibuk mencari informasi mengenai SNMPTN, SBMPTN dan PMDK. Karena saat itu aku masih duduk dibangku SMA kelas 12. Masa-masa kritis selama SMA, masa puncak, masa penentuan dan masa kelabilan. Bagaimana tidak saat...