Malam sudah larut, namun suasana kota masih saja ramai. Seperti tak pernah beristirahat, mungkin ada kalanya kaki yang terus berjalan ini lebih baik berhenti. bukan karena lelah atau karena sebuah keluhan, tapi karena perjalanan ini yang tampak sia-sia. Saat jerih payah seseorang itu tak lagi dihiraukan, jangan seenaknya berpikir jika mereka itu lemah dalam niat. Mereka hanya sudah berada di batas sabar, beranggapan jika semuanya itu sudah tidak berarti. Saatnya untuk berpikir lebih dewasa, lebih mengenal skala prioritas. Tidak ada yang salah memang, jika memang ada coba tanyakan pada diri sendiri yang terlalu mementingkan ego dan mengabaikan perasaan orang lain. Dan saat ini, cukup lama aku tertegun di depan gadgetku. Bolak balik memasuki laman akun jejaring sosialku. Kini aku sedang menulis, hanya bersama ponselku. Tidak ada laptop yang biasa aku pakai untuk menulis, cukup sepi memang. Ini bukan keinginanku, semua terjadi karena kebodohanku. Sehingga semua file d...