Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Pilihannya hanya dua : Dikenang atau Mengenang

  Malam sudah larut, namun suasana kota masih saja ramai. Seperti tak pernah beristirahat,  mungkin ada kalanya kaki yang terus berjalan ini lebih baik berhenti. bukan karena lelah atau karena sebuah keluhan, tapi karena perjalanan ini yang tampak sia-sia. Saat jerih payah seseorang itu tak lagi dihiraukan, jangan seenaknya berpikir jika mereka itu lemah dalam niat. Mereka hanya sudah berada di batas sabar, beranggapan jika semuanya itu sudah tidak berarti. Saatnya untuk berpikir lebih dewasa, lebih mengenal skala prioritas. Tidak ada yang salah memang, jika memang ada coba tanyakan pada diri sendiri yang terlalu mementingkan ego dan mengabaikan perasaan orang lain.   Dan saat ini, cukup lama aku tertegun di depan gadgetku. Bolak balik memasuki laman akun jejaring sosialku. Kini aku sedang menulis, hanya bersama ponselku. Tidak ada laptop yang biasa aku pakai untuk menulis, cukup sepi memang. Ini bukan keinginanku, semua terjadi karena kebodohanku. Sehingga semua file d...

Saat Semuanya Tidak Berarti

Ada beberapa hal yang telah menggangu pikiranku untuk saat ini. Aku tidak mengerti dengan sikap orang – orang yang kian hari kurang menghargai kontribusi seseorang untuk kepentingan mereka. Kadang aku berpikir, apakah selama ini aku salah niat sehingga mengharapkan timbal balik dari seseorang. Aku merasa sudah menyiksa dan menyia-nyiakan waktu untuk hal yang bahkan tidak pernah menganggap pentingnya kehadiranku, kontribusiku. Lantas kecewa dengan mudah mengahampiri, ketidak mudahan untuk percaya dengan orang lainpun sudah sering aku rasakan. Rasanya ingin menyerah dan tidak mau lagi berhubungan dengan hal yang sama, mungkin karena ego manusia itu hakikatnya diciptakan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Aku yakin, setiap orang itu pasti ingin selalu dihargai, diakui keberadaan serta kinerja mereka. Ntah itu baik atau buruk, mereka pasti selalu menuntut penilaian dari orang lain. Penilaian itu seperti cermin yang akan merefleksikan kualitas diri, khususnya mengenai hubung...

Racun yang keluar dari mulut

Ada beberapa hal yang membuatku ingin menulis soal pendapat bahayanya ‘Gibah’. Gibah itu memang berbahaya, gibah itu racun. Ucapannya mampu mempengaruhi siapa saja yang dia hinggapi. Bahkan karena masalah kecil dan sepele pun karena gibah itu bisa membuat semuanya jadi rumit dan dilematis.  Beberapa hari yang lalu temanku itu merasa tidak enak dengan sikap seseorang kepadanya. Katanya dia merasa di zolimi dan tidak mau terima akan perkara yang menurutku itu biasa saja sih. cuman mungkin karena dia sudah terlalu membawa nafsunya untuk berbicara sehingga gengsi rasanya untuk mengikhlaskan semua yang sudah terjadi. Sebenarnya, menurutku yang paling berbahaya itu adalah sebuah prasangka buruk. Berprasangka buruk itu dapat membuat hati benar-benar tidak tenang. Selalu berpikir buruk terhadap suatu keadaan atau parahnya terhadap seseorang. Berprasangka itu memang tindakan yang terlalu mudah untuk menyimpulkan. Padahal kita ga bisa fokus sama sudut pandang kita aja, orang bisa se...