Siang
itu di hari minggu, memang sangat disayangkan untuk dilewatkan hanya untuk diam
di rumah saja. Waktu kuliah cukup menyita waktu me time. Liburan sekejap itu jelas tak mau aku lewatkan. Tanpa
banyak berpikir panjang aku akhirnya memutuskan tuk berkunjung ke rumah yang
lagi hits di Pangalengan, ya rumah yang sempat dijadikan sebagai tempat lokasi
syuting film Pengabdi Setan.
Tak
begitu jauh memang jika rute perjalanan dari rumah ku. Cukup satu jam setengah
atau dua jam paling lamanya untuk sampai di Pangalengan, dan dari bundaran
langsung ambil arah kiri yang mau ke pasar, lurus saja sampai ketemu gapura
selamat datang gitu. Trus masuk kesana lurus saja (cukup dalem memang
lokasinya) sampai ada di sebelah kanan penampakan rumah tua serupa dengan rumah
pengabdi setan. Parkir ditempat lokasi, tak jauh dari tempat parkir pengunjung
dapat melihat langsung penampakan sebenarnya di rumah pengabdi setan.
![]() |
| Penampilan Rumah |
Udara cukup lembab dan dingin khas rumah kosong, langsung menyambut kedatangan kami. Hal itu semakin membuatku penasaran. Langsung saja kami masuk ke dalam rumah, yang cukup sepi saat itu (jadi enak foto-fotonya hehe)
![]() |
| Foto ibu tepat di depan pintu masuk utama |
Saat
masuk kedalam rumah, langsung saja foto dari sesosok ibu menyambut kami. Cukup
menyeramkan memang saat melihat fotonya. Ternyata keseraman foto itu bukan
cuman aku saja yang merasakan, semua pengunjung rumah itu merasakan hal yang
sama. Bahkan kata penjaga rumah itu sempat dikatakan jika ada salah seorang
pengunjung yang melakukan tour tak sengaja di videonya ditemukan sosok ibu
dalam foto sedang menangis, matanya menatap kamera dan mengeluarkan air mata.
Padahal itu hanya sebuah gambar, dan tak mungkin melakukan hal seperti itu.
![]() |
| foto keluarga penghuni rumah |
Masih di ruang utama rumah itu, kita disajikan foto keluarga ibu. Mungkin untuk yang sudah menonton filmnya bisa tau siapa saja yang ada di foto sana.
![]() |
| lukisan abstrak |
Pada
wallpaper dinding juga terdapat lukisan abstrak gitu. Aku ga ngerti maksunya
apa, jelas si aku ini bukan pengamat atau kritikus karya seni. Tapi kata si
Bilal, kalo lukisan itu tuh gambar penghuni rumah itu. Si Bilal juga dapet info
dari acara horror di tv yang suka iseng-iseng maen ke tempat yang angker.
![]() |
| penampilan dapur |
Masuk ke area dapur, tidak ada yang
aneh memang. Sama seperti penampakan dapur biasa. Hanya saja penampilannya yang
terkesan kuno mengingatkanku seperti sedang berkunjung kerumah neneku atau
rumah – rumah jadul.
![]() |
| penampilan lorong penghubung ruang utama dengan sumur |
Dipinggir
dapur terdapat lorong yang menuju sumur, kamar mandi dan dapur. Suasana di lorong
itu benar-benar lembab dan pengap. Suasananya yang gelap cukup membuat suhu
tubuh ikut merasakan dinginnya hawa itu. Di kamar mandi rumah itu juga banya
terdapat sarang burung dan laba – laba.
![]() |
| kondisi sumur |
Tidak ada yang istimewa di area sumur, hanya terdapat lubang bekas sumur
galian gitu. Tapi area sumur air itu sudah ditutup dengan gundukan tanah.
Sehingga tidak ada sumber air lagi disana. Menyisakan tali dan gundukan
tanah. Area sumur cukup lebar dan luas
hanya saja suasa gelap dan lembab membuat pengunjung engga berlama-lama masuk
kedalam sana. Oh ya, saat aku akan memotret area sumur itu awalnya ada seorang
pengunjung pria yang masuk kedalam sumur namun dia segera keluar dan bergegas
keluar dengan sedikit berlari. Info dari penjaga rumah itu, katanya si pria itu
tak sengaja melihat sosok lain disana. Dia ketakutan hingga enggan untuk masuk
kembali. Tapi pas aku kesana sendiri (soalnya si Bilal ga tau kemana,
pengunjung juga ga ada yang masuk ke area sumur) tidak ada yang aneh atau
bahkan penampakan yang menyeramkan. Hemm..
don’t care
![]() |
| kamar Boni dan Ian |
Next pindah ke ruangan sebelah, aku
menemukan kamar yang digunakan Andi dan Ian tidur. Kamarnya kosong dan dingin.
pada dinding dekat pintu keluar terdapat coretan-coretan khas anak kecil.
Random seperti gambar orangan-oranagan, pemandangan dan warna warni dengan
crayon. Pada sisi jendela, aku tidak menemukan penampakan pemakaman seperti
yang di film. Tepat pada jendela kamar mereka yang menghadap ke area
perkuburan. Katanya sih perkuburan itu tidak nyata, itu hanyalah buatan. Dibuat
untuk kepentingan syuting film Pengabdi Setan. Rumah itu hanya dikelilingi oleh
lahan kosong atau beberapa perkebunan dan persawahan.
![]() |
| kamar Rini |
Sedikit berjalan kedepan, terdapat kamar Rini. Kamar Rini berhadapan langsung
dengan tangga. Dan menyatu dengan ruangan utama. Kamar rini juga cukup sedikit
hangat karena langsung disoroti sinar matahari.
![]() |
| Penampilan tangga penghubung ke loteng |
Rumah dua lantai itu disatukan dengan sebuah tangga kayu yang cukup
sempit namun cukup aman karena kondisi kayu tidak melapuk. Sebenarnya tidak ada
yang aneh dilantai dua, hanya menyisakan dua kamar kosong yang sewaktu syuting
film pengabdi setan digunakan sebagai kamar Ibu dan Tony. Kamar itu cukup luas
dengan jendela yang cukup lebar, membuat sirkulasi udara cukup sejuk diatas.
Dan saat dikamar ibu terdapat jendela yang terbuka yang menghadap langsung ke
area halaman utama. Rata – rata kondisi kamar di rumah itu hampir serupa, besar dan luas.
![]() |
| Rumah Pa Ustad |
Go out from mother’s house, tepat disamping rumah ibu terdapat
rumah kosong yang dijadikan sebagai tempat Pak Ustad tinggal. Rumahnya tampak
kumuh dengan kondisi pintu dikunci, sehingga tidak ada seorang pengunjung pun
yang masuk kesana. Hanya sekedar berfoto-foto di depan terasnya saja. Konon
kata penjaga rumah, katanya rumah Pa Ustadlah yang paling angker. Ntahlah
karena apa, yang jelas kita harus menyakini jika Allah tidak hanya menciptakan
manusia untuk mendiami bumi Allah. Benar atau tidaknya, yang jelas kita harus
mengimani kepada hal yang bersifat ghaib, baik itu berupa masa depan serta
terhadap apa-apa yang telah Allah ciptakan. Dan yakinlah jika Manusia itu
adalah sebaik-baiknya makhluk yang Allah ciptakan. Lantas kenapa kita harus
lengah dan takut dengan hal yang tidak pasti, jelas itu hanyalah sebuah pikiran
yang mensugesti diri. Wallahualam
Dibuang Sayang :
Kalo pertama kali datang ke rumah ibu, aku sambut kira-kira pada takut
ga ya? HAHA
Berfoto
di depan rumah ustad, kita punya cerita nih. Kan waktu si Bilal mau foto-foto
disana. Dia naik trus nyender gitu ke rumahnya. Trus tiba-tiba dia turun
sedikit berlari, aku juga sama sih soalnya aku denger seperti ada yang
ngelempar batu kecil gitu ke kacanya dan ternyata alasan si Bilal kabur juga
karena takut denger yang ngetuk gitu. Dan pas berfoto disana tuh emang cuman
kita berdua, pengunjung yang lain engga berlama lama disana. Kebanyakan pada
diam di rumah ibu ditemani dengan seorang penjaga rumah itu untuk dijadikan
sebagai narasumber.
Didalam
rumah terdapat jeruji besi yang membatasi ruang utama dengan ruang lainnya.
Jadi tempat favorit buat foto soalnya unik aja viewnya.
Sekian
review tempat kali ini. Selebihnya kalian bisa datang saja langsung ke sana
biar tau gimana rasanya sendiri maen di rumah yang katanya berhantu itu, Rumah
Pengabdi Setan.
















Komentar
Posting Komentar