Sudah lama tidak bersua nih, sedikit ingin mengutarakan pendapat soal kehilangan. Emang akhir-akhir ini aku sedikit cemas, karena takut kehilangan. Eits tapi bukan kehilangan doi ya (orang kaga punya juga haha).
Ya memang sejatinya itu manusia selalu ditakdirkan untuk merasakan kehilangan. Kehilangan atas impian yang selama ini mereka harapkan, kehilangan atas harapan – harapan serta asa yang membuat mereka lebih menghargai waktu dan perjuangan. Namun, kehilangan akan sangat berarti jika manusia itu yakin bahwa Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Hanya ada dua pilihan saat dihadapkan dengan kehilangan yaitu ikhlaskan dan jadikan pembelajaran. Jangan hanya berpikir manusia saja yang merasakan kehilangan. Semua makhluk hidup rasanya sama. Sebagaimana pohon yang selalu kehilangan daun yang mati, tertiup angin dan terhempas hingga lenyap. Aku penasaran, saat mereka kehilangan.. apakah mereka sedih dan mengeluh layaknya seperti manusia? Banyak berdrama dan bertindak seolah merekalah yang paling menderita.?
Ntahlah tapi yang aku tahu selama ini adalah bahwa semua makhluk hidup itu beribadah kepada-Nya dan bertasbih. Sekalipun tumbuhan itu tampak diam, nyatanya mereka diam-diam bertasbih kepada Allah. Subhanallah… malu rasanya jika umat manusia lupa untuk mengagungkan Allah, Memuji dan Bertasbih kepada-Nya. Sebab umat manusialah yang paling sempurna. Tapi masih saja ingkar, serakah dan mencari kebahagian yang semu. nyatanya itulah hal yang paling menyakitkan. Saat Allah sudah mengatur kehidupan kita, kita bertindak seakan kita paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Padahal sudah jelas dalam firman Allah pada surat Al-Baqarah ayat 216 yang menyatakan bahwa apa yang kita sukai belum tentu yang terbaik untuk kita, bisa jadi apa yang kita suka itu malah menjadi suatu hal yang mencelakai. Ntah membuat kita sengsara atau menderita dan parahnya lagi, jika Allah membiarkan umatnya tersesat. Naudzubillah
Lantas aku setuju dengan pernyataan ini : suatu hal yang menyakitkan itu adalah menginginkan apa-apa yang tidak Allah takdirkan untuk kita. Jadi yaudahlah, gimana Allah aja yang penting kita ga sampai keluar dari koridor kebaikan dan amalan yang Allah sukai. Pokoknya jangan sampai buat Allah murka.!! Cukup bikin dosanya, sekarang mah udah bukan saatnya lagi mikirin enaknya hidup sampe ngelabrak semua aturan Allah. Balik lagi ke Allah, cukup Allah bagi hidup dan matiku. Penolongku. Ringan sih. Tapi ini tauhid, dasar tauhid. Segimana kita yakin sama Allah, bukan cuman buat diutarakan semata. Bukan cuman asik asikin bikin dosa padahal udah paham sama yang namanya tauhid. Lah ini mah Namanya mainin Allah. Wallahualam
Trus ada satu hal lagi nih yang sebenernya ngebuat cemas dan rasanya pantas untuk dikhawatirkan, yaitu : kehilangan amal. Pernah terpikir "ini hari kok cepet amat sih, perasaan baru kemarin hari minggu sekarang udah minggu lagi " ya saking cepatnya waktu berlalu sampai aku sadar, bagaimana kelak aku meninggal. saat lembar demi lembar catatan amalku diperlihatkan sedang aku sadar hidup di dunia aja masih banyak zolimnya. Belum lagi karena kelakuan khilafku yang membuat hilang segala amal-amalku. Terlebih lagi, dari sekian banyak perbuatan yang dilakukan apakah ada jaminan yang bisa membuat peristirahatan menjadi tenang? Diri boleh saja pandai mencatat dan menimbang perbuatan dalam bentuk muhasabah diri tapi jangan lupakan si pencuri amal. lalai sedikit hilang sudah semua amal yang kita kerjakan. Takut sekali rasanya. Aku tidak tahu bagaimana nasibku kelak saat menghadap-Mu. Benar-benar kehilangan amal itu sangat menyeramkan, lantas membuat semua yang sudah diperbuat itu sia-sia. Jangan sampai Ya Allah.
Ya Rabb bantu hamba yang lemah ini meluruskan niat. Karena sungguh, tidak ada daya upaya kecuali karena-Mu. Izinkan kami tetap memegang teguh agamamu, istiqomah dalam meruskan niat hanya karena-Mu. Sejatinya perbuatan itu dapat terjadi jika Allah berkehendak. Semoga Allah ampuni dosa dan kebodohan kami semua serta melimpahkan limpahan karunia-Nya, supaya kami termasuk orang-orang yang taat lagi beruntung, Aamiin.
Itu sih arti kehilangan bagiku, sedih memang saat apa yang sudah ditargetkan tidak sesuai. Tapi jangan pernah menyerah dalam menyempurnakan ikhtiar dan doa. Yang penting udah berusaha, hasilnya mah gimana Allah. Bahkan ulamapun mengatakan bahwa apa yang pantas dibanggakan dari memiliki suatu hal yang pantas untuk dibanggakan. semuanya akan hilang kalau urusan dunia mah udah sekarang mah belajar ikhlas buat jaga-jaga nanti Allah ambil. Yang penting mah perbaiki diri dan lakukan yang terbaik, yakin sama pilihan Allah. Itu aja sih.
Sekian.
Ya memang sejatinya itu manusia selalu ditakdirkan untuk merasakan kehilangan. Kehilangan atas impian yang selama ini mereka harapkan, kehilangan atas harapan – harapan serta asa yang membuat mereka lebih menghargai waktu dan perjuangan. Namun, kehilangan akan sangat berarti jika manusia itu yakin bahwa Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Hanya ada dua pilihan saat dihadapkan dengan kehilangan yaitu ikhlaskan dan jadikan pembelajaran. Jangan hanya berpikir manusia saja yang merasakan kehilangan. Semua makhluk hidup rasanya sama. Sebagaimana pohon yang selalu kehilangan daun yang mati, tertiup angin dan terhempas hingga lenyap. Aku penasaran, saat mereka kehilangan.. apakah mereka sedih dan mengeluh layaknya seperti manusia? Banyak berdrama dan bertindak seolah merekalah yang paling menderita.?
Ntahlah tapi yang aku tahu selama ini adalah bahwa semua makhluk hidup itu beribadah kepada-Nya dan bertasbih. Sekalipun tumbuhan itu tampak diam, nyatanya mereka diam-diam bertasbih kepada Allah. Subhanallah… malu rasanya jika umat manusia lupa untuk mengagungkan Allah, Memuji dan Bertasbih kepada-Nya. Sebab umat manusialah yang paling sempurna. Tapi masih saja ingkar, serakah dan mencari kebahagian yang semu. nyatanya itulah hal yang paling menyakitkan. Saat Allah sudah mengatur kehidupan kita, kita bertindak seakan kita paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Padahal sudah jelas dalam firman Allah pada surat Al-Baqarah ayat 216 yang menyatakan bahwa apa yang kita sukai belum tentu yang terbaik untuk kita, bisa jadi apa yang kita suka itu malah menjadi suatu hal yang mencelakai. Ntah membuat kita sengsara atau menderita dan parahnya lagi, jika Allah membiarkan umatnya tersesat. Naudzubillah
Lantas aku setuju dengan pernyataan ini : suatu hal yang menyakitkan itu adalah menginginkan apa-apa yang tidak Allah takdirkan untuk kita. Jadi yaudahlah, gimana Allah aja yang penting kita ga sampai keluar dari koridor kebaikan dan amalan yang Allah sukai. Pokoknya jangan sampai buat Allah murka.!! Cukup bikin dosanya, sekarang mah udah bukan saatnya lagi mikirin enaknya hidup sampe ngelabrak semua aturan Allah. Balik lagi ke Allah, cukup Allah bagi hidup dan matiku. Penolongku. Ringan sih. Tapi ini tauhid, dasar tauhid. Segimana kita yakin sama Allah, bukan cuman buat diutarakan semata. Bukan cuman asik asikin bikin dosa padahal udah paham sama yang namanya tauhid. Lah ini mah Namanya mainin Allah. Wallahualam
Trus ada satu hal lagi nih yang sebenernya ngebuat cemas dan rasanya pantas untuk dikhawatirkan, yaitu : kehilangan amal. Pernah terpikir "ini hari kok cepet amat sih, perasaan baru kemarin hari minggu sekarang udah minggu lagi " ya saking cepatnya waktu berlalu sampai aku sadar, bagaimana kelak aku meninggal. saat lembar demi lembar catatan amalku diperlihatkan sedang aku sadar hidup di dunia aja masih banyak zolimnya. Belum lagi karena kelakuan khilafku yang membuat hilang segala amal-amalku. Terlebih lagi, dari sekian banyak perbuatan yang dilakukan apakah ada jaminan yang bisa membuat peristirahatan menjadi tenang? Diri boleh saja pandai mencatat dan menimbang perbuatan dalam bentuk muhasabah diri tapi jangan lupakan si pencuri amal. lalai sedikit hilang sudah semua amal yang kita kerjakan. Takut sekali rasanya. Aku tidak tahu bagaimana nasibku kelak saat menghadap-Mu. Benar-benar kehilangan amal itu sangat menyeramkan, lantas membuat semua yang sudah diperbuat itu sia-sia. Jangan sampai Ya Allah.
Ya Rabb bantu hamba yang lemah ini meluruskan niat. Karena sungguh, tidak ada daya upaya kecuali karena-Mu. Izinkan kami tetap memegang teguh agamamu, istiqomah dalam meruskan niat hanya karena-Mu. Sejatinya perbuatan itu dapat terjadi jika Allah berkehendak. Semoga Allah ampuni dosa dan kebodohan kami semua serta melimpahkan limpahan karunia-Nya, supaya kami termasuk orang-orang yang taat lagi beruntung, Aamiin.
Itu sih arti kehilangan bagiku, sedih memang saat apa yang sudah ditargetkan tidak sesuai. Tapi jangan pernah menyerah dalam menyempurnakan ikhtiar dan doa. Yang penting udah berusaha, hasilnya mah gimana Allah. Bahkan ulamapun mengatakan bahwa apa yang pantas dibanggakan dari memiliki suatu hal yang pantas untuk dibanggakan. semuanya akan hilang kalau urusan dunia mah udah sekarang mah belajar ikhlas buat jaga-jaga nanti Allah ambil. Yang penting mah perbaiki diri dan lakukan yang terbaik, yakin sama pilihan Allah. Itu aja sih.
Sekian.
PS
: Kata aku untuk aku yang sedang lemah, semoga dapat menguatkan dan
mengingatkan.

Komentar
Posting Komentar