Ketika uang menjadikan nilai segala galanya dalam kesejahteraan seseorang, uang menjadi sumber kebahagian seseorang, dan segala bentuk harta apapun itu. Yang membuat bangga dan menjadikan diri seolah mampu dan menyaingi orang untuk mendapatkan posisi kesetaraan dengan orang yang berharta. Sungguh. Semua itu sia-sia. Kekayaan tidak sama dengan harta dan jumlah aset yang dimiliki. Kekayaan adalah hal yang tak terlihat. Seperti jumlah tabungan di rekening mu. Seberapa banyak uang yang dimiliki yang tak dibelanjakan. Itu adalah kekayaan sesungguhnya. Orang selalu lupa, membelanjakan uang tidak mungkin akan mendapatkan uang kembali. Malah akan mendapatkan barang. Hingga lambat laun kekayaan akan berkurang. Seseorang yang memiliki barang branded harga selangit, mobil mewah, rumah megah dan aset melimpah tidak menjamin kekayaan tetap terjaga. Karena seseorang yang paham mengenai kekayaan hanya akan melihat orang itu sudah membelanjakan hartanya dan kekayaannya berkurang. Bisa jadi bukan lagi orang kaya. Karena kekayaan itu hakikatnya tidak terlihat. Ada hal yang tak kalah penting lagi. Ketika seseorang memakai mobil mewah, orang tidak akan melihat diri anda kaya dengan mobil mewah itu. Tetapi, orang akan beranggapan bahwa dirinya akan keren juga jika menaiki mobil yang sama dengan mobil mewah yang anda miliki. Hal itulah yang menjadikan aset sebagai pola pandang seseorang. Dan lupa jika, kekayaan itu sejatinya tidak terlihat.
Sebagai catatan Umat islam itu harus kaya bukan banyak harta dan sia-sia apalagi lemah dan tak berdaya. Ingat jika semua itu akan di hisab, entah harta untuk meningkatkan keimanan atau malah membuat lalai atau kondisi fakir dan meminta minta yang menghinakan diri atau fitnah agama. Gunakanlah harta dengan bijak, belajar, mencari ilmu dan bentuk muamalah lainnya yang berhubungan dengan makhluk-Nya itu memerlukan harta dan kekayaan. So.. Please motivated your self to be rich muslim, karena muslim yang kuat lebih Allah sukai.
Dengan demikian dari semua itu aku mulai sadar dan paham, tentang pentingnya belajar cukup. Sederhana. Seperti yang diajarkan Nabi Muhammad solallahualaihi wassalam. Selama hidupnya, nabi mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana. Bahkan sepeninggalnya, beliau tidak meninggalkan waris harta untuk keluarganya. Serta semasa hidupnya pun, rasul sangat sederhana. Diriwayatkan bahwa seorang sahabat pernah mendatangi tempat istirahat beliau. Tidak ada kasur empuk dan ruangan dengan ornamen mewah. Melainkan hanya beralaskan tikar tipis yang saat bangun tidur selalu memberi bekas. Padahal kedudukan nabi dimasa itu adalah pemimpin, panutan dan memiliki privilege baik semasa kepemimpinannya. So kalau rosul mau apapun pastilah mudah karena Allah ridho terhadap kekasihnya. Tapi ternyata Rasul malah memilih sederhana dan enggan bermegah megahan dengan harta atau dunia. Ketika ditanya, kenapa ya rasul engkau tidur hanya dengan berlaskan anyaman pelepah kurma? Beliau hanya menjawab "supaya aku tidak banyak tidur dan ingat kepada tuhan ku" Masya Allah.. Allahummasolli ala muhammad.
Malu rasanya, saat diri selalu mengejar dunia. Lalai terhadap perintah-Nya. Lelah. Cape ya. Namanya juga dunia. Tidak ada apa-apanya padahal. Jauuuuh banget. Rasul kalau liat aku nangis kali ya. Masihkah aku dianggap umatnya??!! ಥ⌣ಥ
Punya uang, belanja, besok kerja lagi, punya uang lagi, belanja lagi, mewah mewahan lagi sampe merasakan akhir bulan. Menantikan penantian yang melelahkan dalam menjalani hari. Karena semua sudah tak lagi sama, niat sudah berbalik. Lupa jika kerja hakikatnya bisa jadi ibadah asal tujuannya benar. Niatnya benar. Astagfirullah aku ╥﹏╥
Lagi-lagi ditampar dengan tulisan sendiri.
Please selalu ingat jika tidak ada kesuksesan yang abadi di dunia ini. Karena semua titipin Allah. Sukses itu kalau kita benar benar sudah mati dan menginjak surga-Nya. Itulah definisi sukses sesungguhnya. semoga Allah bimbing selalu dan tetap meluruskan niat. Selalu ingat tujuan akhir pada perjalanan di dunia ini yang hanya perjalanan sesaat.
Jujur takut banget. Semoga tulisan ini jadi pengingat. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat.
Sumber : untuk bahan tulisan, aku baca Psikologi of money dan buku Meeting Rasulullah.
Foto dari PintersNote : Tulisan hanya berdasarkan opini, mau setuju apa engga mangga, karena ini cuman PoV aku sendiri.
Semua orang berjalan dalam torikotnya masing". bentuk kasih dan sayang yang diberikan adalah sebuah perjalanan hidup yang tidak disajikan dalam sebuah kurikulum dan tanpa disadari. Manusia memang sejatinya adalah makhluk berhajat, saya sendiri mencoba belajar memahami untuk bisa memberikan sekat antara kebutuhan dan keinginan. Keinginan memang seperti api, dalam jangka wakturuang yang panjang di dalam kadar yang tinggi bermetamorfosa menjadi nafsu, hidup dalam islam itu sederhana. Dari tulisan yang dicurahkan saya mendapatkan hikmah hidup, bawasannya hidup dalam islam itu belajar mengendalikan, merencana atau menahan, namun realita kebudayaan yang terjadi adalah mengimi"ngi untuk melampiaskan. jika berkenan berkomentar, saya kira wajarsaja mengejar karir, jika lelah beristirahatlah. Sekuat kuatnya jika menarik garis kebelakang fitrah perempuan diciptakan sebagai tulang rusuk bukan tulang punggung. Saling menguatkan saja karena komentar saya juga adalah omongkosong hari ini.
BalasHapusWah masya Allah.. Terimakasih tanggapan dan sarannya. I really appreciate it 🥺✨
Hapus